Beberapa tugas rumah yang menunggu Grossi, di antaranya polemik kesepakatan nuklir Iran 2015, yang nasibnya masih diragukan setelah penarikan AS secara sepihak dari perjanjian multilateral dan kegagalan Eropa untuk memenuhi akhir dari perundingan.
Sanksi tersebut diumumkan oleh negara-negara Pusat Penargetan Pembiayaan Teroris (TFTC), yang mencakup Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab
Zarif menambahkan, Iran tidak akan pernah menerima pendekatan zero sum game (satu dapat manfaat, yang lain tidak, Red) untuk memecahkan krisis setelah AS memutuskan meninggalkan kesepakatan nuklir multilateral 2015 antara Iran dan negara adidaya.
Tindakan hukuman Washington secara drastis menghambat kemampuan Iran untuk menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan pasiena.
Senjata itu diyakini pernah digunakan untuk menargetkan program energi nuklir Republik Islam Iran.
Iran tidak akan mengalami tekanan ekstra dari sanksi AS dua tahun setelah diberlakukan kembali menyusul penarikan Washington dari perjanjian nuklir Iran.
Netanyahu mengatakan bahwa Iran sedang bekerja keras untuk menghasilkan rudal balistik yang dapat mencapai target apa pun di Timur Tengah.
Pompeo mengatakan sanksi keras Washington terhadap Republik Islam ditujukan untuk memberi orang-orang Iran kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
Washington mencoba menggunakan ISIS sebagai senjata melawan Suriah, melawan Iran, melawan pasukan lain yang juga menentang As di kawasan itu.
Iran telah menjadi pelopor di garis depan perang melawan terorisme dengan mengusulkan inisiatif menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan dan ekstremisme serta menjadi ujung tombak melawan ISIS