Tujuan PM Abe ke Teheran ialah untuk merayu Iran agar meredakan ketegangan regional, akibat negara tersebut berkonflik dengan Amerika Serikat (AS).
Pembatasan AS impor makanan dan obat-obatan ke Iran ditujukan untuk memberikan tekanan pada rakyat Iran.
Badan atom mendesak Iran terus mengimplementasikan sepenuhnya komitmen terkait nuklirnya di bawah perjanjian nuklir.
Zarif menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah merasa aman, selama Amerika Serikat (AS) menggencarkan perang ekonomi.
Qatad menyebut upaya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengisolasi Republik Islam itu tidak akan berhasil
Konfrontasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan meledak, dan dikhawatirkan meningkat menjadi eskalasi militer.
Zarif mengatakan, Iran dan Jerman mengadakan pembicaraan jujur dan serius untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015 dengan negara adidaya.
Iran mengkritik kurangnya keinginan Negeri Biru itu berurusan dengan tekanan AS terhadap Teheran.
Qatar dan negara-negara lain telah melakukan komunikasi dengan Teheran dan Washington untuk mengurai konflik di Timur Tengah.
Iran mengalami tekanan ekonomi terutama karena AS memaksa mitra dagangnya yang menggunakan dolar AS menghentikan atau mengurangi hubungan perdagangan dengan Iran.