Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah memuji langkah Presiden Jokowi dalam melakukan upaya rekonsiliasi dan konsolidasi elite partai politik.
Mudah-mudahan minimal bisa tiga pasang capres, sehingga mencegah terjadi polarisasi sebagaimana yang pernah terjadi dalam dua edisi pemilihan presiden lalu.
Koalisi besar harus mampu menghasilkan format koalisi kepemimpinan politik yang bisa melindungi kepentingan nasionalnya.
Soal koalisi besar jelang pemilu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly menyatakan hal itu biasa saja.
Bahwa sesungguhnya dokumen ini sudah disepakati redaksionalnya oleh ketiga ketua umum partai dan Pak Anies Baswedan itu sejak 14 Februari 2023.
Secara de facto, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono sudah menyampaikan dalam berbagai kesempatan. Untuk cawapres, kami percayakan kepada Mas Anies selaku capres Partai Demokrat dan capres Koalisi Perubahan untuk menentukannya.
Hari ini milestone baru yaitu telah ditandatangani piagam koalisi perubahan. Ditandatangani Ketum Nasdem Surya Paloh, Ketum Demokrat AHY dan dilengkapi Presiden PKS Ahmad Syaikhu.
Dasco menekankan, setiap partai, khususnya Gerindra memiliki mekanisme dalam menentukan capres dan cawapres. Terlebih, Gerindra saat ini berada dalam koalisi bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dia menegaskan saat ini koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) antara PKB dan Gerindra hanya memiliki dua calon, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden, yakni dirinya dan Prabowo.
Cak Imin Ingin Tes "Kesaktian" Yusril di Pilpres 2024