Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni mengapresiasi sekaligus menyampaikan dukungan terkait keinginan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada 44 eks pegawai KPK untuk fokus dalam meningkatkan IPK.
Fraksi PKB DPR RI memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang telah merekrut lulusan pesantren dalam rekrutmen polri.
Kami juga membuka akun media sosial Kapolri dan saya perintahkan seluruh kasatwil melakukan hal yang sama sebagai sarana menerima laporan maupun pengaduan langsung masyarakat untuk bisa ditindaklanjuti. Rata-rata di dalamnya ada 2-3 laporan dari masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keberhasilan dalam memerangi naroba di tanah air. Dimana, Polri berhasil mengamankan barang bukti dari kejahatan narkoba sebesar Rp88,423 triliun.
Menurut pendukung garis keras Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ini, pasangan Prabowo-Jokowi sangat ideal memimpin Indonesia, karena dua tokoh bangsa ini bisa menyatukan perpecahan yang selama ini terjadi.
Muhammadiyah adalah salah satu ormas terbesar di Indonesia yang sangat concern terkait dengan kegiatan-kegiatan kemaslahatan umat. Khususnya, terkait bidang kesehatan yang dimulai di tahun 1923 kemudian lanjut tahun 1924 dan sampai saat ini kurang lebih 115. Dan yang akan dilaksanakan Ground Breaking ini adalah rumah sakit yang ke-116.
Hari ini saya dengan pak Menkes meninjau langsung wilayah PLBN di Entikong. Karena di Entikong salah satu pintu masuk para PPLN, pekerja migran yang masuk ke wilayah Indonesia. Kita tahu saat ini varian baru Omicron masuk dan kebanyakan memang dari data yang kita punya rata-rata berasal dari PPLN.
Di Kubu Raya sendiri target vaksinasinya 2.000. Namun total hari ini 24.000 untuk seluruh wilayah Kalbar. Saya kira ini perlu saya apresiasi. Kita juga tadi tersambung secara nasional dan target kita hari ini minimal di angka 1 juta.
Sikap pak Mekeng itu kan atas dasar keprihatinan karena elektabilitas ketua umum kami (Airlangga Hartarto-Red) yang menurun dan sluit beranjak. Fakta itu kan berdasarkan lembaga-lembaga survei. Karena ketua umum kami tidak bisa bersaing dengan Pak Prabowo, Ganjar Pranowo, itu memprihatinkan sekali.