Sebuah kelompok yang menamakan diri "Aksi Palestina" memboikot salah satu bangunan milik pabrik senjata Israel di Leicester, Inggris.
Menurutnya, ini membuktikan ajaran agama hakekatnya bisa bertemu dengan kepedulian membela kemanusiaan dan melawan segala bentuk ketidakadilan.
Rumah dan apartemen menjadi sasaran selain situs militer milik Hamas dan Jihad Islam, memaksa lebih banyak keluarga dari daerah perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.
Pemboman Israel di Gaza telah memicu ekstremisme dan memberdayakan para ekstremis di kantong Palestina, menyerukan semua pihak untuk menghentikan kekerasan yang meletus minggu lalu.
Syarief Hasan juga menyebutkan, agresi militer yang dilakukan oleh Israel telah membuka borok Israel yang ingin mencaplok wilayah Palestina secara keseluruhan.
Gambar turis asing baru-baru ini beredar di media sosial, dengan banyak aktivis mengklaim sebagian besar adalah orang Israel.
Yousef Abu Hussein kehilangan nyawanya setelah serangan udara Israel menghantam rumahnya di lingkungan Sheikh Radwan di utara Kota Gaza.
Pembawa acara itu mengatakan lobi kuat orang Yahudi di AS bertanggung jawab untuk membentuk posisi Washington dalam krisis Timur Tengah dan bahwa orang Yahudi mendominasi sektor keuangan, media dan internet.
Diperlukan langkah nyata untuk menghentikan arogansi Israel terhadap warga Palestina, salah satunya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirimkan pasukan perdamaian di zona konflik Palestina-Israel.