Setiap tanggal 15 Mei, dunia memperingati Hari Keluarga Internasional, sebuah momentum global yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1993. Namun, peringatan ini bukanlah satu-satunya yang layak dicatat di kalender.
Hari Keluarga Internasional atau Internatonal Family Day yang diperingati setiap 15 Mei bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan momen penting untuk merefleksikan peran keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial.
Kita berharap melalui rekomendasi PUIC, dunia Islam mampu memanifestasikan ajaran-ajaran Islam yang rahmatan lil alamin untuk memberikan jalan keluar atas berbagai masalah yang ada.
Setiap tanggal 15 Mei, dunia memperingati Hari Keluarga Internasional atau International Family Day, sebuah momen yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1993. Peringatan ini menjadi refleksi global akan pentingnya keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Di Tengah Tantangan Kesuburan, Amber Heard Sambut Kelahiran Anak Kembar
Perkumpulan negara Islam ini lahir dari kesadaran bersama bahwa dunia Islam membutuhkan wadah kebersamaan antara lembaga parlemen dalam menghadapi tantangan global dan untuk membela kepentingan umat Islam di manapun.
Kita tidak dapat membiarkan tatanan dunia berkembang secara alamiah, membiarkan persaingan kekuatan politik dan ekonomi menentukan segalanya.
BKSAP DPR RI menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia dalam menghadapi ketidakpastian global.
Hari ini 63 tahun lalu tepatnya pada 14 Mei 1962 Presiden Sukarno nyaris kehilangan nyawanya saat salat Iduladha. Di halaman Istana Merdeka, Jakarta—di tempat yang dianggap paling aman di negeri ini—sebuah tembakan dilepaskan dengan tujuan menghabisi sang proklamator.
Proses menjadi tuan rumah ternyata tidak mudah. Bahkan bisa dibilang, rumit. Pertanyaannya, apakah Indonesia sanggup memenuhi berbagai persyaratan ini?