Irak menegaskan tidak akan berada di salah satu pihak, dalam konflik Teluk antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terus memanas.
IRGC mengatakan menggunakan sistem pertahanan udara Khordad 3 yang dikembangkan dalam negeri, pertama kali diluncurkan pada tahun 2014, untuk menembak jatuh drone AS yang canggih.
Kabulov mengatakan ada kemungkinan konfrontasi bersenjata antara Teheran dan Washington, tetapi konflik tersebut masih dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Pekan lalu Trump memerintahkan pembatalan serangan udara terhadap Iran sebagai pembalasan karena menembak jatuh pesawat tak berawak AS
Elizabeth Warren mengecam kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump atas Iran, yang membawa kedua negara di ambang perang.
Sanksi baru yang juga menyasar tokoh militer senior di Iran itu memblokir aset keuangan mereka di Gedung Putih.
Teheran juga sudah berkali-kali menegaskan bahwa Negeri Para Mullah tidak mencari perang dengan AS, namun siap membela kepentingannya di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, ia tidak memiliki strategi keluar dari kebuntuan saat ini dengan Iran
Zarif juga mencibir komentar baru-baru ini Presiden AS Donald Trump bahwa telah membatalkan serangan militer terhadap Iran karena khawatir menewaskan 150 orang.
Washington mengklaim, diktator Irak Saddam Hussein menimbun senjata pemusnah massal, yang terbukti palsu pasca invasi.