Data yang diterbitkan Administrasi Umum Kepabeanan China pada Sabtu (27/7) menunjukkan, Negeri Tirai Bambu telah mengimpor sekitar 208.205 barel per hari (bpd) minyak Iran pada Juni.
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengatakan, perusahaan lokal sudash diperingatkan tentang sejauh mana sanksi Paman Sam terhadap Republik Islam itu.
Menurut catatan Badan Pusat Statisk (BPS), nilai ekspor produk pertanian Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat di periode pemerintahan Jokowi-JK
Perusahaan minyak Brasil, Petrobras enggan memberikan bahan bakar karena kapal tersebut masuk daftar sanksi Amerika Serikat (AS).
Persetujuan tersebut akan diawali dengan penandatangan perjanjian kedua belah pihak, antara Menteri Pertanian RI dan Menteri Agroindustri Argentina, yang direncanakan akan dilaksanakan di Jakarta pada September 2019 yang akan datang.
Ekspor tanaman hias Januari hingga Mei 2019 mencapai 1.903 ton.
Penyitaan kapal itu terjadi atas permintaan Amerika Serikat (AS), yang mengingkan ekspor minyak Iran ke tingkat "nol" sebagai bagian dari sanksi terhadap Republik Islam.
Menurut data bea cukai Korea Selatan, pengiriman minyak Iran dalam enam bulan pertama tahun ini hampir 3,9 juta ton, atau 156.155 barel per hari (bph), turun 36,9 persen dari 6,13 juta ton selama periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor China turun 1,3 persen tahun-ke-tahun sementara impor turun 7,3 persen. Ekspor ke Amerika Serikat turun 8,1 persen untuk enam bulan pertama tahun 2019
Hunt mengatakan Iran memiliki hak untuk mengekspor minyak. Ia juga menyuarakan keprihatinan tentang meningkatnya ketegangan di kawasan itu.