Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di Indonesia terburuk sepanjang sejarah di dunia. Sebab, sistem Pemilu kali ini telah merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemilu serentak 2019 dikabarkan mengakibatkan sebanyak 139 orang meninggal dunia. Ratusan petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia itu disebut akibat kelelahan dan lain sebagainya.
"Ke caleg merugikan, ke presiden merugikan, ke partai merugikan, konstrasi jadi terpecah. Sehingga egoisme caleg muncul, egoisme partai muncul, persiangan antar partai begitu kuat sehingga sangat sulit," ujar Karding.
Kebohongan-kebohongan yang dipublikasikan paslon 02 itu bertujuan untuk mem-framing pemikiran publik bahwa pemilu sekarang ini 02 sudah memenangkan pertarungan di setiap daerah.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menerima ribuan laporan dugaan kecurangan dalam kontestasi Pilpres 2019. Sejumlah dokumen dugaan kecurangan itu akan dilaporkan ke pihak yang berwenang.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan Panitia Pemungutan Suara agar senantiasa bekerja secara profesional, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.
BPN Prabowo-Sandiaga mencium aroma kecurangan sistemik di Pilpres 2019. Mulai dari indikasi ketidaknetralan aparat Kepolisian hingga upaya penghilangan suara masyarakat dalam proses perhitungan hasil Pemilu.
Media dan lembagai survei seharusnya netral dalam kontestasi Pilpres 2019. Hal itu mengingat, belakangan ini sejumlah media dan lembaga survei tampak terlihat partisan alias berpihak ke salah satu kandiat capres-cawapres.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya 54 petugas KPPS dan 10 aparat kepolisian saat menjalankan tugas Pemilu sejak 17 April 2019 lalu.
"Saya harap kalau ada dugaan permainan ini, agar dihentikan karena bisa berdampak buruk bagi pemilu yang jurdil," imbuhnya