Iran sebut Amerika Serikat (AS) sudah kewalahan saat Presiden Donald Trump dan penasihat keamanan nasionalnya mengatakan hal bertentangan di Timur Tengah.
Tensi kedua negara meninggi, sejak Gedung Putih memerintahkan kapal perang dan pembom ke Timur Tengah untuk melawan dugaan, ancaman dari Iran.
Hal itu disampaikan lewat cuitan pada Jumat (17/5) petang, sembari mengecam pemberitaan media yang menyampaikan kabar tidak akurat mengenai Teheran.
Tarif tersebut berada di tingkat yang sama dengan sebelum Trump memutuskan untuk menggandakannya Agustus lalu di tengah ketegangan terkait penahanan seorang pendeta AS, yang telah dibebaskas Turki.
Iran mengatakan penerapan kembali sanksi AS tidak dapat diterima.
Khamenei mengatakan, setiap konfrontasi antara AS dan Iran tidak akan menjadi perang militer, dan bahkan tidak akan ada perang apa pun.
Trump membantah sedang mempersiapkan 120.000 tentara untuk dikerahkan ke Timur Tengah menghadapi segala ancaman ancaman Iran.
Perang perdagangan AS-China saat sebagai "pertengkaran kecil" meskipun ada tambahan bea masuk yang diberlakukan masing-masing negara.
Beberapa minggu terakhir, pemerintahan Trump berulang kali menyebutkan ada ancaman dari Iran, tetapi menolak untuk menguraikan secara spesifik dan detail.
Rouhani mengatakan, negaranya berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu saat Saddam Hussein menyerbu Iran pada 1980,