Presiden Jokowi menjelaskan bahwa laporan intelijen terkait politik, ekonomi, dan sosial secara rutin diterima setiap hari. Informasi itu sebagai hal yang wajar diterima oleh seorang kepala negara.
Beliau punya banyak data intelijen. Nah kalau beliau sampaikan bahwa dia punya data intelijen misalnya, tentang parpol, tentang tokoh politik, ya itu memang betul. Dan itu nggak ada salahnya menurut saya.
Paling gampang, teman-teman tanya saja ke wamennya langsung, apakah kemudian dia merasa dibegitukan oleh Pak Prabowo.
Tiga tahun lalu di Makassar, misalnya, polisi menenggelamkan perahu-perahu nelayan yang memprotes penambangan pasir di laut oleh perusahaan Belanda. Nelayan ditangkapi dan kapalnya dikaramkan.
Bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi (pendukung) Prabowo adalah hal yang tidak mengejutkan sama sekali. Sebab, dalam dua pilpres sebelumnya (2014 dan 2019), Partai Demokrat juga selalu mendukung Prabowo.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru saja meraih penghargaan He For She Award dari International Association of Woman Police (IAWP).
Partai Demokrat menarik diri dari koalisi perubahan dan bergabung ke Prabowo Subianto yang kini diisi Partai NasDem, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).
Munas Alim Ulama merupakan forum tertinggi setelah Muktamar dalam organisasi Nahdlatul Ulama.
Pak Prabowo sangat mengerti apa yang menjadi persoalan teman-teman pedagang dan beliau sangat mengerti bagaimana mengatasi problem-problem di pasar.