Amerika Serikat (AS), Inggris dan Israel menyalahkan Iran atas serangan fatal terhadap kapal tanker minyak yang terkait dengan Israel. Iran membantah terlibat.
keluarga Palestina telah menolak syarat tersebut, keberatan dengan klaim kepemilikan Nahalat Shimon dan rencana selanjutnya untuk penggusuran paksa mereka.
Teheran telah membantah terlibat dalam serangan pada Kamis di mana dua anggota awak, seorang Inggris dan seorang Rumania tewas.
Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika Serikat, Israel dan Inggris menyalahkan Teheran atas serangan terhadap sebuah kapal tanker yang dikelola Israel, di lepas pantai Oman.
Pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Naftali Bennet, menuduh Iran berada di balik serangan itu tetapi belum memberikan bukti.
Penyelidikan Inggris menyimpulkan bahwa sangat mungkin bahwa Iran telah menggunakan satu atau lebih drone untuk melakukan serangan melanggar hukum dan tidak berperasaan.
Pemerintah Israel memberikan 15.000 izin kerja bagi warga Palestina dari Tepi Barat untuk bekerja di sektor konstruksi
Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui potensi penjualan 18 helikopter angkat berat ke Israel dalam kesepakatan senilai hingga $3,4 miliar.
Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengawal kapal tanker minyak yang dikelola Israel di lepas pantai Oman, usai menjadi korban serangan pesawat tanpa awak (drone).
Bersama Issac, juga tampak Perdana Menteri Naftali Bennett, yang mendesak pentingnya suntikan booster dalam memerangi pandemi Covid-19. Dia berjanji bahwa Israel akan membagikan semua informasi yang diperolehnya dari peluncuran inokulasi publik.