Pesta Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 telah dilaksanakan dengan sukses. Namun dibalik kesuksesan tesebut menyimpan berita duka yang cukup mendalam.
Komisi II DPR RI turut berbela sungkawa dan empati kepada para korban baik yang wafat ataupun yang sakit dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Mereka yang wafat atau sedang berbaring sakit adalah para pejuang demokrasi.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyerukan kepada semua elemen bangsa untuk bisa menahan diri serta mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menyikapi proses penghitungan suara hasil Pemilu 2019.
Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 17 April terbilang sukses, aman dan damai. Di balik itu semua, terdapat duka mendalam dengan meninggalnya lebih dari 500 petugas Pemilu.
Mengacu pada UU MD3, kursi Ketua DPR akan diduduki wakil rakyat dari PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2019. Kemudian secara berturut-turut, pimpinan DPR atau Wakil Ketua DPR akan di isi Golkar, Gerindra, PKB, dan NasDem.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut KPU, sebagai lembaga yang paling bertanggung jawab dari peristiwa banyaknya petugas Pemilu yang meninggal dunia.
Wakil Ketua Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) DPR RI Fadli Zon menilai kecurangan Pemilu yang begitu masif seharusnya bisa ditindak secara serius oleh penyelenggara Pemilu.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria mengunjungi Kantor KPU RI guna memastikan proses Pemilu berjalan dengan lancar tanpa adanya kecurangan.
Berdasarkan penghitungan yang disebarkan Divisi Pemilu Kaukus Muda Tapal Kuda, Nihayatul merebut kursi pertama dengan 111.673 suara, sedangkan Nasim Khan merebut kursi keempat dengan 80.413 suara.
Anggota DPR dari Faksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun hampir dipastikan kembali lolos menjadi wakil rakyat di Parlemen. Dimana, perolehan suara Misbakhun cukup signifikan karena efek Jokowi.