Jurnalis Jamal Khashoggi telah hilang sejak memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Pernyataan itu muncul setelah Riyadh mengakui bahwa Khashoggi, yang hilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, tewas ketika mengalami cekcok dengan orang-orang yang bertemu dengannya di dalam gedung.
Putra mahkota muda yang juga menteri pertahanan negara adalah di antara mereka yang telah meluncurkan perang melawan Houthis di Yaman. Ia disebut sensitif tentang kritik, terutama yang berkaitan dengan perang Yaman.
Dilansir dari Associated Press, salah satu sanksi tersebut berhubungan dengan penjualan senjata, di mana selama ini Saudi menjadi pasar senjata AS.
Rekaman 11 menit menunjukka, Khashoggi setelah memasuki konsulat. Audio tersebut dikabarkan sudah dibagikan kepada pihak internasional untuk memberi tahu apa yang sebernanya terjadi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Penuntut Umum Saudi, yang menyebut bahwa sebelum dibunuh, Khashoggi sempat cekcok dengan sejumlah orang.
Berita, yang mengutip temuan awal dari penyelidikan resmi, diumumkan di stasiun televisi Negeri Petro Dolar tersebut pada Jumat (19/10) waktu setempat.
Mereka berdiri di depan Kedubes Arab Saudi sambil membawa poster yang menekankan kebebasan pers.
Menurut laporan stasiun televisi lokal NTV, setidaknya satu kendaraan diduga pergi ke hutan usai meninggalkan konsulat.
Dukungan tersebut dimaksudkan mengajak warga negara Indonesia yang berada di Saudi, menyatukan suara untuk memenangkan petahana untuk satu periode selanjutnya.