Satu-satunya pembangkit listrik Gaza bergantung pada pasokan bahan bakar yang dikirim melalui Israel.
Sekitar 200 pemrotes juga membakar bendera Israel sambil mengibarkan bendera Irak dan Palestina dalam sebuah demonstrasi di luar kedutaan besar Bahrain di ibukota Irak.
Donasi itu menambah USD93.1 juta yang sudah disalurkan Uni Eropa sebelumnya.
Konferensi Bahrain sudah gagal karena Palestina sebagai tujuan dari proyek pembangunan sama sekali tidak menghadiri acara yang dihelat selama dua hari (25-26 Juli) di Manama, Bahrain.
Zuhair menegaskan bawah Palestina tidak akan pernah menerima "Kesepakatan Abad Ini" karena Washington telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Jika memang AS berniat membantu, mengapa tidak langsung datang ke Palestina dan memberikan bantuannya tanpa membuang-buang tenaga mengelar Konferensi Manama.
Dita berharap ke depan Indonesia memikirkan hal yang lebih kongkrit, seperti memberikan beasiswa kepada anak-anak Palestina di kampus atau pesantren di Indonesia.
Abbas dengan tegas menyatakan negaranya tidak akan tergiur dengan proyek miliaran dolar tersebut, demi menjaga martabat dan harga diri bangsa
Indonesia dan Iran sampai kini masih tetap berkomitmen mewujudkan kemerdekaan Palestina. Tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina selalu jadi perhatian kedua negara. Baik Indonesia maupun Iran tak memandang agama apapun yang dipeluk rakyat Palestina.