Akibat kelalaian tersebut, kepala kebijakan publik Facebook di Kanada, Kevin Chan meminta maaf lantaran telah melanggar kepercayaan pengguna.
Komisi I DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific.
Perwakilan Facebook membantah adanya kebocoran data pribadi pengguna media sosial (Medsos) tersebut. Meski demikian, Facebook meminta maaf atas insiden tersebut.
John Thune, ketua komite Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Transportasi Senat AS membuka sidang itu dengan nada keras.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menentang rencana pemerintah untuk memblokir situs media sosial Facebook terkait kebocoran data pengguna.
Terkait pemblokiran itu tentunya akan melewati sejumlah kajian dan kehati-hatian. Apalagi masih ada aspek-aspek positif di dalam penggunaan media sosial itu.
Perubahan lain termasuk penerapan persyaratan ketat untuk aplikasi yang dapat mengakses antarmuka pemrograman aplikasi,
Gugatan federal menyebutkan, tuan tanah menggunakan Facebook untuk menghindari menampilkan iklan kepada kelompok tertentu
Pemilik media sosial terbesar itu juga berjanji untuk berlaku kooperatif, jika sewaktu-waktu Kongres
Pendiri dan CEO Facebook mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa perusahaan akan menyelidiki aplikasi dengan akses ke sejumlah besar informasi pengguna