Tempo pernah nulis beberapa waktu lalu bahwa Prabowo itu adalah produk gagal orde baru dan Gibran adalah anak haram konstitusi, kita mau bicara dan sampaikan bahwa Prabowo-Gibran adalah bentuk humor dan kelucuan dalam ruang demokrasi kita.
Negara ini akan menghargai kemanusian, dan menghargai demokrasi selama kemudian telah mengadili dan pelaku pelanggar HAM.
Situs ini juga sebagai platform pelaporan bagi warga maupun relawan yang memantau jalannya pesta demokrasi
Sejumlah Aktivis Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Aktivis Lingkungan, Pegiat Pemilu dan Demokrasi menggelar Bedah Buku Hitam Prabowo Subianto;
Akhir-akhir ini yang menonjol dari RR adalah gerakan opposisi untuk melawan praktik anti demokrasi di dalam kekuasaan.
Solidaritas menjaga pemilu sebagai pilar demokrasi, berjalan secara damai, dan melahirkan pemimpin negara dan wakil-wakil rakyat yang adil dan membawa perdamaian bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.
Mari datang ke TPS dan memilih Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Ajak semua keluarga untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia nanti.
Kita selalu dipertontonkan drama drama kekuasaan yang memuakan, telanjang tanpa rasa malu memperlihatkan pertunjukannya yang semena mena. Peraturan dirubah seenaknya sendiri, konstitusi di rubah demi anak kandung sendiri, mahkamah konstitusi sebagai benteng terahir keadilan konstitusi nyata nyata melakukan pelanggaran etik yang berat, namun penguasa hari ini menganggapnya ini hal yang biasa, bahkan merasa ini sebuah kebenaran.
Politik kekuasaan yang abai terhadap kepentingan rakyat seakan kembali hadir sebagai panglima. Praktik berpolitik semakin jauh dari nilai-nilai kebajikan dan tidak lagi dibingkai sebagai sarana melayani kepentingan bangsa dan negara.
Penulis Buku Hitam Prabowo Subianto, Buya Azwar Furgudyama mengingatkan masa depan demokrasi kali ini berada dalam ancaman nyata.