Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan sejak H+1 hingga H+2 keriuhan arus balik belum tampak signifikan karena arus yang ke arah timur dan ke arah barat masih sama.
Jumlah kendaraan yang melintas dari arah Semarang menuju ke arah barat mengalami peningkatan sejak pagi hari.
Selama penutupan ruas tol layang MBZ berlangsung, pengguna jalan yang akan menuju arah Cikampek dapat melalui ruas tol Jakarta-Cikampek eksisting hingga kepadatan di ruas tol MBZ kembali normal.
Namun, lantaran banyaknya kendaraan yang masuk secara bersamaan ke jalur Megamendung arah Puncak, maka kemacetan pun kembali terjadi.
"Arah perjalanan bangsa sudah tidak jelas. Dari berbagai bidang sudah tidak ada kebijakan yang pro rakyat. Semua bikin sengsara rakyat
"Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga melakukan buka tutup contraflow untuk mengurai kepadatan kendaraan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta,"
Untuk itu, petugas akan memberlakukan sistem satu arah atau one way dari DKI Jakarta menuju Puncak. Sedangkan, dari arah sebaliknya ditutup sementara.
"Hingga malam ini, ekor antrean belum mencair di jalur utama Cianjur-Puncak, sehingga untuk memutus antrean kendaraan dengan laju terhenti, kami menutup jalur menuju Puncak mulai dari Cianjur. Sedangkan sistem satu arah belum dapat mencairkan antrean," katanya.
Perpanjangan contra flow kembali diberlakukan pada Km 36+800 s.d Km 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek untuk 1 lajur.
Sebelumnya pada pukul 14.00 WIB Polres Cianjur sempat memberlakukan sistem satu arah guna antisipasi macet total seiring tingginya volume kendaraan menuju arah Bogor selama 3 jam. Jalur kembali dapat dilalui secara normal Selasa petang.