Pembangunan Bali harus diselenggarakan secara terpola dan terintegrasi dengan pendekatan satu kesatuan wilayah, Satu Pulau, Satu Pola dan Satu Tata Kelola.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kesiapan untuk mewujudkan Bali Era Baru, dengan melakukan penataan secara fundamental dan komprehensif pembangunan di Bali, yang mencakup tiga aspek utama.
Strategi dalam memasarkan hasil kerajinan memiliki peranan penting, supaya suatu produk bisa dikenal dan mampu menembus persaingan di pasar global.
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny Putri Suastini Koster, Wagub Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta para pimpinan OPD melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Jagatnatha Denpasar.
Dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Bali ke-61, Pemerintah Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Pameran Pembangunan yang dipusatkan di Taman Budaya, Art Centre, Denpasar.
Orang Bali sudah sejak dulu memiliki keyakinan dan pengabdian yang kuat terhadap Hyang Pencipta. Hal ini diperlihatkan dari budaya dan ritual Hindu Bali yang sarat akan nilai-nilai luhur.
Gubernur Bali Wayan Koster menekankan arah penyusunan APBD harus berpedoman pada prinsip-prinsip postur APBD yang sehat dan berkualitas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menekankan pentingnya angka atau data statistik sebagai dasar dari arah pembangunan Bali kedepan.
Arsip merupakan pusat ingatan dan dokumen satu instansi, lembaga maupun perorangan. Apabila arsip yang dimiliki kurang baik pengelolaannya, maka akibatnya akan mempengaruhi tingkat manajemen yang terkadang akan mengalami hambatan dalam pencapaian tujuan.
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menghadiri Rapat Paripurna ke-41 DPRD Provinsi Bali dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2019.