Uni Eropa memninta Arab Saudi menjelaskan penangkapan dan tuduhan yang dilayagkan kepada aktivis hak asasi manusia perempuan.
Uni Eropa meminta Arab Saudi menjelaskan alasan penangkapan aktivis HAM perempuan, dan menuntut agar para tahanan diberikan kesempatan hukum untuk membela diri.
Dengan mendukung perang koalisi Saudi di Yaman dengan senjata, pengisian bahan bakar udara dan penyerangan bantuan, Gedung Putih terlibat dalam kekejaman ini.
Henrietta Fore mengutuk serangan brutal Arab Saudi di Yaman yang menyebabkan sedikitnya 100 korban anak-anak.
Menurut Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), sejak awal intervensi yang dipimpin Saudi di Yaman pada tahun 2015, sekitar 2.400 anak tewas dan 3.600 yang mengalami cacata.
Minggu sebelumnya, Saudi membekukan perdagangan baru dengan Kanada dan mengusir duta besar Kanada dari negara tersebut menyusul perselisihan kedua negara.
Imbas dari perselisihan tersebut, Arab Saudi menghentikan semua investasi baru, memotong penerbangan dan mengatur agar pasien dan siswa Saudi di negara itu dipindahkan ke negara lain.
Perintah penjualan aset ini menjelaskan turunnya pasar Kanada, setelah seorang investor yang tak diketahui identitasnya menjual investasinya pada Selasa.
Sejak Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai pewaris taht tahun lalu, kerajaan melakukan beberapa pelonggaran kendali kepada warga negaranya, namun di sisi lain, pangeran juga menunjukkan naiknya intoleransi akan kritik dari negara lain.
Kanada dipakai sebagai contoh bagi negara lain yang ingin mencampuri urusan kerajaan.