Idris Laena: Pidato Presiden Jokowi Tentang Budaya Santun dan Budi Pekerti Perlu Direnungkan
Upaya Wujudkan Indonesia Emas Harus Dibarengi Penguatan Nasionalisme Anak Bangsa
Pembangunan nasional Indonesia saat ini masih bergantung kepada sumber daya alam. Sebab, di awal kemerdekaan sampai 1990-an, sumber daya alam berupa minyak mentah, gas alam dan batubara serta hasil alam lainnya menjadi penopang utama sumber devisa, yang berdampak terhadap stabilitas moneter.
Lebih dari itu, kita berharap, siapa pun nantinya yang terpilih hendaknya meneruskan tongkat estafet pembangunan nasional, konsisten untuk mengambil langkah-langkah positif, dan melanjutkan apa yang telah dimulai oleh para pemimpin sebelumnya.
Hal itu penting agar suara Indonesia lebih didengar di panggung dunia dan mempermudah proses negosiasi dengan negara lain.
Yang dibutuhkan itu adalah nafas panjang, karena kita tidak sedang jalan-jalan sore, kita juga tidak sedang lari sprint, tapi yang kita lakukan harusnya adalah lari maraton untuk mencapai Indonesia Emas.
Selain kepercayaan publik, menurut Presiden, seorang pemimpin juga memerlukan dukungan dan kerja sama dari seluruh komponen bangsa.
Jokowi juga mengatakan bahwa posisi presiden itu, tidak senyaman yang dipersepsikan. Sebab, kata dia, ada tanggung jawab besar yang harus diemban.
Presiden Jokowi menyinggung kode "Pak Lurah" yang kerap disematkan dalam setiap kesempatan ketika bicara soal pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2024.
Menaikkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,9 di 2022, menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender menjadi 76,5 di 2022, dan menyiapkan anggaran perlindungan sosial total sejak 2015 sampai 2023 sebesar Rp3.212 triliun.