Karena ramah disabilitas, Papan Interaktif Digital bahkan bisa menjadi teknologi asistif untuk mendukung kemampuan belajar anak berkebutuhan khusus, termasuk murid tunanetra.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam evaluasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Di sekolah luar biasa (SLB), perangkat ini terbukti membantu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan, termasuk bagi murid-murid berkebutuhan khusus atau difabel.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) jadi sarana objektif untuk mengenali keragaman kemampuan murid.
Yang paling memprihatinkan adalah ribuan murid dan ratusan guru ikut terdampak. Meskipun saat kejadian mereka sedang libur Hari Raya Pagerwesi, kerusakan infrastruktur sekolah tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan menghambat layanan pendidikan.
Ratusan murid jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA) dari berbagai satuan pendidikan di kota dan kabupaten Magelang hadir dalam kegiatan Diseminasi Program Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mendorong para murid untuk menjadi generasi Indonesia yang kuat dan hebat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi antusias murid yang menunjukkan minat besar untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sekretaris Jenderal Kemdikdasmen, Suharti, menekankan bahwa keselamatan dan keamanan murid merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan pemberian layanan pendidikan.
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi murid kelas 12, resmi dibuka mulai Minggu 24/8) kemarin. TKA merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan sekaligus menyediakan tolak ukur kompetensi akademik yang setara dan adil bagi seluruh peserta.