Ternyata, program kompor induksi karena PLN kelebihan pasokan listrik
Jika membicarakan kompor listrik ini, dia kan membutuhkan daya tinggi 1200 watt hingga bisa dua kali lipat, ini harus dipelajari apakah masyarakat di daerah mampu untuk dapat mengoptimalkan dan menggunakan kompor listrik dengan daya listrik yang tinggi seperti itu.
Apabila pemerintah tidak peduli dengan nasib mereka, maka dapat dipastikan mereka akan terpaksa menggunakan gas non subsidi yang berakibat kenaikan pada harga jual mereka. Yang pada akhirnya akan menekan rakyat selaku konsumen dari produk mereka.
Pandemi Covid-19 yang menghantam sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat baru saja melandai. Keberadaan isu ini justru akan membuat mereka pulih lebih lambat dan bangkit semakin berat.
Secara umum keuntungan bagi masyarakat dalam penggunaan kompor induksi adalah efisiensi dan keamanan yang lebih baik, dibandingkan dengan penggunaan kompor LPG, yang kadang muncul kasus kebocoran gas atau kebakaran.
Penggunaan Kompor Listrik dipastikan tak menambah beban masyarakat
Kata Dirut PLN Kompor Induksi lebih hemat, begini hitung-hitungannya
Kenapa kita harus menunda begitu lama (peralihan kompor gas ke listrik), di saat kita punya over supply yang cukup sebenarnya. Saya membayangkan kalau orang di Jawa masak menggunakan induksi, gak ada tuh kita perlu buang banyak subsidi untuk gas melon yang banyak biasnya di lapangan itu.
Program konversi dari kompor LPG ke kompor induksi yang diusung oleh PLN tidak hanya bicara meningkatkan permintaan listrik atau pun memangkas defisit neraca perdagangan.
PGN melalui anak usahanya yaitu PT Gagas Energi Indonesia (GAGAS) menyalurkan Gaslink sebagai bahan bakar kompor pada dapur umum