Kunjungan Presiden Soekarno ke Rabat pada tanggal 2 Mei 1960, sebagai kunjungan kepala negara pertama di dunia ke Maroko pasca-kemerdekaan. Lalu keberadaan Jalan Soekarno, sebagai salah satu jalan utama di Rabat, menjadi bukti penguat dekatnya hubungan Indonesia dan Maroko.
Sebagai Presiden AIPA, saya senang menyaksikan energi dan antusiasme kolektif yang Anda bawa ke pertemuan ini.
Kita harus mampu secara mandiri mengawal segala permasalahan atau tantangan di kawasan ASEAN ini untuk menjaga stabilitas politik, keamanan dan juga untuk menjaga kesejahteraan kawasan. Karena, kawasan ASEAN ini merupakan kawasan yang sangat strategis ke depan, dan memang kawasan yang banyak dilirik karena mempunyai data tarik yang besar.
Parlemen harus ikut berperan membangun hubungan komunikasi diplomasi yang lebih besar lagi dengan negara-negara lain. Karena anggota parlemen kan Wakil Rakyat, jadi tentu bicara people to people atau heart to heart mewakili rakyat. Mungkin dengan pendekatan seperti itu akan mudah membangun kerjasama yang lebih luas lagi dengan negara lain.
Saya kira itu (ekonomi hijau) nanti akan menjadi salah satu juga pembicaraan. Karena selain hasil resolusi, kita juga akan ada joint communique. Jadi para Ketua Parlemen ini akan berbicara mulai nanti siang, di dalam satu general debate dan pernyataan ketua-ketua parlemen dan (negara) observer, nanti tentu akan kita rangkum.
Pertama, kita harus memberikan dukungan penuh kepada pemerintah masing-masing untuk berkomitmen memperkuat demokrasi, meningkatkan tata pemerintahan yang baik dan supremasi hukum, serta mempromosikan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan fundamental, sebagaimana diabadikan dalam Piagam ASEAN.
Indonesia mengangkat tema ‘Asean Matters: Epicentrum of Growth’, sebuah tema yang beresonansi kuat dengan ASEAN. Tema tersebut menandakan komitmen bersama dan pentingnya kerja sama ASEAN untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menjawab berbagai tantangan regional dan global serta menegaskan kembali posisinya sebagai episentrum untuk kemakmuran bangsa Asean.
Kita bertemu di saat dunia sedang berada di persimpangan jalan. Di sekitar kita, di Asia Tenggara, kita mengalami ketegangan geopolitik semakin meningkat. Di tingkat global, pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dan dampak pemanasan global terus memburuk.
Disaat bumi semakin panas, akibat perubahan iklim, disaat terjadinya disrupsi rantai pasok global (global suppy chain). Karenanya diharapkan Parlemen dapat berperan dan responsif dalam menjawab berbagai tantangan, serta berkontribusi mengatasinya.
Pada kesempatan ini di forum AIPA ini kami juga berharap semuanya dari negara-negara ASEAN yang hadir pada kesempatan ini, 9 ketua DPR bisa juga mendorong terkait dengan bagaimana Myanmar segera menyelesaikan permasalahan yang ada di negaranya dengan damai sesuai dengan kesepakatan ASEAN yang sudah disepakati.