India mengerem ekspor vaksin karena negara berpenduduk 1,3 miliar itu mengalami gelombang kasus baru yang telah mendorong sistem perawatan kesehatan ke titik puncak.
Pengiriman pertama berasal dari pengiriman satu juta dosis vaksin AstraZeneca Serum Institute India (AZSII).
Serum Institute of India, salah satu pembuat vaksin terbesar di dunia, akan mengirimkan dosis vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca ke Inggris.
SII, produsen vaksin terbesar di dunia berdasarkan volume, memproduksi secara massal vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, untuk lusinan negara miskin dan berpenghasilan menengah.
COVAX adalah program yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia untuk menyediakan vaksin bagi negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.
pernyataan WHO menyatakan telah menyetujui vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca-SKBio (Republik Korea) dan Serum Institute of India.
Alokasi tersebut mencakup 240 juta dosis vaksin AstraZeneca-Oxford COVID-19 yang dibuat Serum Institute of India, tambahan 96 juta dosis dari suntikan yang sama yang dibuat oleh AstraZeneca, ditambah 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.
Uji coba Novavax di Inggris, yang melibatkan 15.000 orang berusia 18 hingga 84, diharapkan dapat digunakan untuk mengajukan permohonan di Inggris, Uni Eropa, dan negara-negara lain.
Tetapi Institut Serum Denmark mengatakan kehilangan 50 persen tembakannya minggu ini akan menyebabkan kekurangan 10 persen untuk kuartal pertama.
Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid mengatakan, fatwa MUI dalam hal ini sudah jelas, yakni membolehkan (mubah) vaksin MR produk Serum Institute of India (SII), hingga tersedia vaksin yang halal dan suci.