Sebuah kelompok ilmuwan akan mengerjakan proyek penelitian dengan mengebor inti es di Kutub Selatan (Antartika). Proyek `Beyond EPICA` atau Proyek Eropa untuk Coring Es di Antartika, berupaya memulihkan inti es yang berisi catatan iklim Bumi selama 1,5 juta tahun yang lalu.
Pada tanggal 1 Desember 1959, Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani perjanjian yang melarang kegiatan militer di Antartika, memesan benua untuk penelitian ilmiah.
Fenomena pemanasan global menjadi penyebab melelehnya lapisan es di Antartika, Kutub Utara.
Spesies ini, Pygoscelis adeliae, adalah yang paling gemuk di antara semua penguin, dan hanya ditemukan di alam liar di Antartika.
Untuk menyelesaikan tantangan tersebut, O’Brady butuh waktu 54 hari, menempuh 1.600 kilometer benua beku, dari utara ke selatan.
Fenomena berskala besar yang mendorong kenaikan permukaan air laut akibat kompleksitas pemanasan global dan perubahan massa Antartika.
Di balik tebalnya es dan lembutnya salju di kutub selatan (Antartika, Red), ternyata menyimpan sebuah tenaga vulkanik yang besar.