Semangat nasionalisme dan Islam di Indonesia akhir-akhir ini mendapatkan tantangan. Paling tidak ada dua tantangan besar yang membuat semangat kebangsaan menjadi problematik.
Kalau ada non muslim yang kelaparan, maka seluruh umat Islam berdosa termasuk ulama ulamanya.
Kelompok Islamophobia atau anti Islam yang ada di sekitar Presiden Jokowi menjadi pemicu perpecahan dan maraknya intoleran yang terjadi di tanah air belakangan ini.
Lebih dari 1.000 pemukim Yahudi telah memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa, Yerusalem
Maraknya intoleran yang terjadi di tanah air belakangan ini dikarenakan adanya kelompok Islamophobia atau ketakutan segala sesuatu tentang Islam di sekitar Presiden Jokowi.
Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai paling mudah disusupi oleh kelompok-kelompok yang anti Islam. Dimana, kelompok tersebut ingin memecahbelah bangsa khususnya umat Islam.
Kemerdekaan Indonesia diraih berkat perjuangan umat Islam. Karena umat Islam harus ikut terlibat aktif dalam upaya melaksanakan pembangunan
Namun, kata Lili, jika meninggalkan Cak Imin yang memiliki basis massa NU maka Jokowi akan kehilangan dukungan dari umat Islam.
Dalam insiden terpisah pada Senin, sembilan polisi tewas dan tujuh lainnya terluka dalam bentrokan dengan gerilyawan Taliban.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadapi problem pemikiran secara organisatoris sejak lama. Tetapi, oleh Anis Matta, posisi partai itu dirubah sebagai cikal bakal sebuah gerakan Islam.