Saya kira buku `Manifesto Kesejahteraan` yang dirilis saudara Fahri Hamzah ini memiliki nafas yang sama dengan apa yang telah menjadi keyakinan saya sejak dulu.
Jadi saya tulis 3 buku, 2 buku waktu itu sudah saya selesaikan waktu Masih menjabat Wakil Ketua DPR RI bidang Kesra. Buku pertama itu tentang `Mengapa Indonesia Belum Sejahtera`, ini kaitanya dengan kritik-kritik teoritis tentang cara menghitung kesejahteraan yang menurut saya banyak tidak adilnya.
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Kementan Latih Penyuluh dan Fasilitator Desa Literasi Keuangan
Pemerintah diminta untuk memaksimalkan peran SKK Migas, Pertamina dan perusahaan-perusahaan negara lainnya untuk mengelola ladang tersebut. Prioritas ini perlu dilakukan agar setiap gas yang dihasilkan dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Ini adalah sebuah pengabdian baru bagi saya. Oleh sebab itu saya siap menyerahkan jiwa dan raga saya untuk kesejahteraan seluruh nelayan di Indonesia.
Bukan karena `kartu truf`, tapi karena Kartu Indonesia Pintar (KIP), KIP Kuliah, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Pra Kerja, Kartu Anak Sehat, dan kartu lain yang membawa kemanfaatan dan kesejahteraan buat rakyat.
Temui Petani di Cirebon, Gus Imin: Kesejahteraan Petani Harus Diutamakan
Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, (H.E) Zuhair Al-Shun.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi kerap menyinggung bahwa petani harus memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit.
Kesejahteraan TKSK menjadi perhatian kami. Saya mengenal TKSK sejak tahun 2013, waktu itu tali asih buat mereka masih Rp 200 ribu sekarang menjadi Rp 1 juta.