Tidak hanya itu, menurut Nizam momentum pandemi ini juga mendorong banyak pihak untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring dalam waktu yang sangat cepat.
Sejumlah mahasiswa di Amerika Serikat (AS) mengaku kesal karena harus membayar biaya kuliah utuh puluuhan ribu dolar saat pandemi virus corona baru (Covid-19).
Jumlah ini merupakan hasil sortir dari 95.346 pelamar yang sebelumnya tercatat mendaftarkan diri dengan KIP Kuliah.
Perempuan asal Sumedang, Jawa Barat itu tak sepenuhnya berkenan dengan sistem daring.
Hobi dagang Anak muda berdarah Minang itu pun dilanjutkan waktu kuliah di Bogor, mulai dari usaha jualan kebutuhan mahasiswa baru, usaha travel, laundry dan berjualan ternak dihari raya Qurban.
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam menjelaskan, saat ini telah terkumpul data platform pembelajaran daring dari berbagai perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan UT, Sri Sediyaningsih dalam keterangannya kepada Jurnas.com pada Sabtu (21/3).
Imbauan ini disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Nizam, yang menyebut wisuda berisiko tinggi meningkatkan penyebaran Covid-19 karena mengumpulkan orang banyak.
Sebagai gantinya, Mendikbud memerintahkan agar perguruan tinggi segera mengeluarkan kebijakan perkuliahan dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa.
Puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta memberlakukan perkuliahan daring (online), dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona baru