BMKG melalui laman resmi https://bmkg.go.id/ di Jakarta merinci seluruh wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu cerah berawan pada Kamis pagi,
Yang pertama, memang cuaca yang sangat ekstrem, sangat panas. Kemudian yang kedua, keterlambatan evakuasi Jemaah Haji Indonesia dari Muzdalifa ke Mina.
Memasuki siang hari, wilayah Jakarta Selatan diprediksi diguyur hujan dengan intensitas yang cukup ringan.
Berdasarkan pantauan BMKG, Fenomena El Nino sudah terjadi di wilayah Jateng. Fenomena ini ditandai dengan cuaca kemarau dan turunnya curah hujan.
Menurut data Statistik Selandia Baru, pertumbuhan tahunan melambat menjadi 2,2 persen.
Hal itu berdasarkan data perkiraan cuaca yang diunggah BMKG melalui website resminya.
Pola cuaca terakhir terjadi pada 2018-19, dan berlangsung rata-rata setiap dua hingga tujuh tahun.
Gus Imin menyarankan pemerintah untuk gencar modifikasi cuaca, terutama di daerah yang punya potensi kekeringan paling parah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di sebagian wilayah Jakarta, Rabu (24/5).