Bergabungnya Golkar dan PAN untuk mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) merupakan hal biasa dalam konstelasi politik. PDIP pun tidak merasa ditinggal.
Ada tiga hal yang patut dikritisi dari isi pidato Ketum Gerindra Prabowo Subianto pasca mendapat dukungan dari Golkar dan PAN..
GMAK menuntut agar tidak ada tebang pilih dalam menangani kasus korupsi, dan Kejagung harus berperan sebagai penegak hukum yang memahami dan menelusuri bukti-bukti secara teliti.
Airlangga masih enggan mengungkap arah dukungan Golkar pada kontestasi politik 2024. Yang pasti, lanjutnya, keputusan dukungan Golkar untuk capres akan dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut saya pilihannya kalau dia (Airlangga) memang akan dipanggil lagi segala macam oke lah sekali itu nggak ada masalah, tapi kalau dipanggil lagi menurut saya pilihannya harus mengundurkan diri dulu sementara baik sebagai menteri maupun sebagai ketua partai kalau dipanggil lagi.
Kalau pun nanti antara PDI Perjuangan dengan PKB belum ada titik kecocokan atau satu titik pertemuan yang dalam menuju pesta demokrasi Pemilu 2024, saya meyakini bahwa persaudaraan antara keluarga kami dengan keluarga Cak Imin, antara PDIP dan PKB itu harus tetap bersama.
Kebersamaan Partai Golkar dan PDIP, Insya Allah dimulai dari hari ini sudah mulai terjalin kebersamaan ditandai dengan bunga kuning dan merah jadi tanda cinta. Artinya tanda bahwa kita merasa hati yang sama.
Kami menyepakati hal yang sifatnya teknis perlu dibangun dan dari Partai Golkar sudah membentuk tim teknis.
Ketum Partai Gelora Indones, Anis Matta menyampaikan, Pilpres 2024 dalam rangka mencari pemimpin yang membawa politik populasi, tidak lagi mewakili kelompok.
Kami juga melihat Mas Ketum AHY memenuhi semua kriteria yang telah disampaikan dan disepakati, baik itu 5 kriteria sebagaimana tercantum pada piagam kerjasama tiga partai.