Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDDT) Anwar Sanusi menerima kunjungan para kepala desa, kepala distrik, dan direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kabupaten Jayawijaya, Papua di kantor Kemendes PDTT
Politisi PKB itu menambahkan bahwa dengan adanya mobil-mobil tersebut tentu dapat menguntungkan masyarakat, karena selain sewa yang murah, juga bisa menambah pemasukan desa, khususnya BUMDes.
Mendes PDTT juga akan meresmikan sebuah Pertamini hasil dari BUMDes di daerah tersebut, yang sekaligus dirangkaikan dengan pemberian bantuan DAK Transportasi sebanyak 25 mobil, peralatan WES, dan Bronjong.
BUMDes yang baru berjalan selama 6 bulan ini mendapat sambutan hangat warga.
Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terbentuk hingga saat ini jumlahnya cukup spektakuler. BUMDes yang terbentuk telah melampaui enam kali lipat dari target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).
BUMDes sebagai salah satu program unggulan Kemendes PDTT akan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Keseriusan dalam mengelola dan menggeliatkan program BUMDes diyakini mampu membawa desa tertinggal menjadi desa mandiri.
rani mengakui, secara kuantitas jumlah BUMDes yang berdiri cukup signifikan, bahkan mampu melampaui target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemendes PDTT memberikan bantuan berupa gudang dan mesin pengolahan kopi Bumdes senilai Rp 1,15 milyar rupiah pada saat acara Festival Desa Nusantara di Bondowoso pada Senin (16/7)
Penangkaran benih inilah yang selanjutnya menjadi bagian dari usaha yang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), lanjutnya.