AS telah memotong lebih dari $ 200 juta bantuan untuk Palestina setelah tinjauan yang diprakarsai oleh Presiden Donald Trump pada Agustus 2018.
Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik menyarankan Presiden AS Donald Trump menahan bantuan untuk Badan Kesehatan Dunia (WHO), sampai Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengundurkan diri.
Trump mengklaim WHO gagal mengungkapkan atau menanggapi informasi yang kredibel pada Desember yang menyatakan virus itu dapat menyebar melalui transmisi antar manusia.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menanggapi keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan pendanaan bagi WHO
Keputusan Trump tersebut merupakan tanda pendekatan yang sangat egois dari otoritas AS terhadap apa yang terjadi di dunia disaat pandemi virus corona mewabah.
Keputusan Negeri Paman Sam itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan karena dilAkukan pada saat dunia sedang fokus memerangi virus corona (COVID-19.
Dunia sekarang mungkin lebih menyadari pengalaman panjang Teheran dalam menanggung beban intimidasi Washington yang menewaskan orang.
Bila hal ini terwujud, maka Biden akan berhadapan langsung dengan sang petahana dari Partai Republik, Donald Trump, yang gencar kampanye untuk periode kedua.
Dia menyebut kecerobohan Trump menangani Covid-19 telah mengakibatkan kematian yang tidak perlu, dan masalah ekonomi di Washington.
China, melalui juru bicaranya, Zhao Lijian menyebut pembekuan dana WHO yang dilakukan oleh Washington akan mempengaruhi seluruh negara, yang saat ini sedang berperang melawan virus corona baru (Covid-19).