Beijing dan Washington berulang kali berselisih soal penyebaran virus dan asal-usulnya, yang semakin meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Keduanya juga menekankan bahwa Teheran dan Wina siap untuk berbagi pengalaman mereka dan memperkuat kerja sama bersama mereka untuk tujuan itu.
Sejauh ini, Beijing membantah klaim tidak berdasar mengenai asal penyakit menular, yang ditularkan dari satwa liar ke orang-orang di kota Wuhan di Negeri Tirai Bambu akhir tahun lalu.
Caracas menangkap dua warga AS yang bekerja dengan seorang veteran militer Amerika yang bertanggung jawab atas operasi yang digagalkan tersebut.
Milley juga berharap Pemerintah China mengizinkan tim untuk menyelidiki asal usul COVID-19 untuk membantu pengungkapan dari mana virus tersebut berasal.
Selama bertahun-tahun dan melalui sanksi unilateral dan ilegal, AS hanya merampas hak bangsa Iran, tetapi tindakannya juga menimbulkan ancaman besar bagi multilateralisme dan kerja sama internasiona
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan negaranya akan memiliki vaksin virus corona baru (Covid-19) pada akhir tahun ini.
Trump sedang menugaskan mata-mata untuk mencari tahu lebih lanjut asal-usul virus, yang pada awalnya disebut muncul di pasar Wuhan yang menjual hewan-hewan eksotis, tetapi sekarang diperkirakan berasal dari laboratorium penelitian virus di dekatnya.
Pompeo mengatakan setuju dengan pernyataan intelijen AS bahwa COVID-19 bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik berdasarkan pada konsensus ilmiah yang luas.
Trump mengklaim sudah melihat bukti untuk membuktikan bahwa pandemi COVID-19 menyebar dari Institut Virologi Wuhan.