Mantan diktator Irak Saddam Hussein merobek-robek perjanjian Aljazair sebelum memerintahkan pasukannya menyerang Iran pada 22 September 1980.
Rouhani berencana untuk memulai kunjungan tiga hari ke Irak pada Senin (11/3). Zarif menyebut hubungan antara Irak dan Iran "strategis", yang tidak bisa dilemahkan negara mana pun.
Rouhani mengatakan, Iran memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dan tidak takut dengan meja perundingan.
Media Suriah dan Iran merilis foto yang menunjukkan Assad, mengenakan setelan gelap berpelukan dengan Khamenei dan berjabat tangan dengan Rouhani, keduanya tersenyum.
Pangeran Khaled mengecam klaim Presiden Iran Hassan Rouhani selama perayaan revolusi pada hari Senin bahwa Iran pernah menguasai wilayah di Teluk Arab selatan.
Rouhani mendukung usulan Putin. Dia mengatakan para militan di Idlib tidak boleh dilepaskan. Sementara Erdogan tidak menanggapi saran Putin dalam kata sambutannya.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga menimbang mengatakan bahwa hubungan antara para pelaku serangan "dan agen mata-mata dari negara-negara regional dan ekstra-regional tertentu sudah jelas".
Rouhani mengatakan dengan berhenti dari kesepakatan, situasi rumit AS tidak hanya untuk Iran, tetapi untuk wilayah dan dunia yang lebih besar.
Hubungan antara Washington dan Tehran merenggang sejak Presiden AS, Donald Trump mulai menjabat dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran setelah menarik diri dari perjanjian nuklir.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negeri persia itu menghadapi tantangan ekonomi terbesar sejak revolusi Islam tahun 1979 dan dia menyalahkan Amerika setelah pengenaan kembali sanksi oleh pemerintahan Trump.