Tak hanya madrasah dan PTKI, Kemenag juga akan menyalurkan bantuan kuota kepada satuan pendidikan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.
Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang pelaksanaan beleid ini telah melalui uji publik. Demikian pula, uji publik Peraturan Presiden tentang hal tersebut juga telah mencapai penghujung.
Sistem ini sudah didiklatkan kepada 15.422 madrasah yang menjadi pilot project pada 2020, untuk selanjutnya diaplikasikan tahun depan.
Kamaruddin mengungkapkan langkah yang akan ditempuhnya, yaitu meningkatkan intensitas penyelesaian konflik intra umat beragama, di antaranya melalui naskah khotbah Jumat yang bermutu.
Pihaknya merencanakan penerbangan penumpang reguler antar negara di masa depan dan meluncurkan situs web khusus Ibrani.
Tambahan anggaran yang diusulkan dan disetujui sekitar Rp890 miliar. Anggaran ini akan didistribusikan untuk BOS 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA.
BLM juga dapat memfasilitasi antar Kepala Desa untuk berbagi pengalaman membangun desa
Kementerian Agama (Kemenag) menerjunkan tim satgas, untuk memberikan bantuan kepada pesantren terdampak Covid-19.
Ketiga skema tersebut ialah, pertama pembelajaran jarak jauh (PJJ) murni, dengan memanfaatkan pembelajaran virtual baik melalui konferensi video maupun e-learning madrasah.