Kalangan dewan mengimbau Pemerintah Indonesia agar tidak terburu-buru dan gegabah untuk mengakui pergantian kekuasaan yang sekarang terjadi di Afghanistan, usai Taliban menguasai ibu kotanya, Kabul.
Taliban merebut kekuasaan akhir pekan lalu dari pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS), mengirim ribuan orang melarikan diri dan berpotensi menggembar-gemborkan kembalinya kekuasaan militan dan otokratis dua dekade lalu.
Ancaman keamanan di Afghanistan pasca perebutan kekuasaan oleh kelompok Taliban berpotensi membahayakan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di sana. Karenanya, Pemerintah Indonesia harus segera mengevakuasi WNI di Afghanistan.
Khalida Popal, mantan kapten tim nasional wanita Afghanistan, menyebut kembalinya kelompok Taliban ke tampuk kekuasaan sebagai mimpi buruk.
Taliban berada di ambang kemenangan total, dengan para pejuang mereka diperintahkan untuk menunggu di pinggiran Kabul dan pemerintah mengakui sedang mempersiapkan pengalihan kekuasaan.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer mengambil alih kekuasaan pada Februari, banyak rumah sakit tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mengatasi beban kasus yang melonjak setelah banyak staf medis keluar sebagai protes atas kudeta tersebut.
Tindakan ini dilakukan untuk melumpuhkan junta militer yang mengambil alih kekuasaan lima bulan lalu.
Kalangan dewan mengingatkan semua pihak yang terlibat di dunia pendidikan untuk tidak memanfaatkan peluang dan atau memakai jurus ‘aji mumpung’ ketika dekat dengan kekuasaan. Utamanya berkaitan dengan rangkap jabatan di dunia pendidikan dengan BUMN.
Kalangan dewan mengingatkan semua pihak yang terlibat di dunia pendidikan untuk tidak memanfaatkan peluang dan atau memakai jurus ‘aji mumpung’ ketika dekat dengan kekuasaan. Utamanya berkaitan dengan rangkap jabatan di dunia pendidikan dengan BUMN.