Serangan balasan itu dimaksudkan untuk mencegah milisi dari melakukan serangan roket lagi.
Amerika Serikat melakukan serangan udara pada fasilitas di Irak sebagai pembalasan atas serangan yang menewaskan dua anggota layanan AS
Sebuah pangkalan militer Irak, yang menampung pasukan AS, dikabarkan menjadi sasaran roket pada Rabu (11/03) waktu setempat.
Tiga dari lima kasus adalah seorang pria dan dua perempuan dari Arab Saudi sudah dikarantina setelah kembali dari Iran dan Irak. Ketiganya dipindahkan ke rumah sakit di Provinsi Timur.
Negara Arab yang termasuk dalam daftar adalah Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, Lebanon, Suriah, Mesir dan Irak.
Pemerintah Irak melarang semua pertemuan publik dan melarang masuknya pelancong
Sebuah roket menghantam markas besar koalisi militer pimpinan Amerika di Baghdad
Komisi sebelumnya mengumumkan bahwa lebih dari 17.000 orang telah terluka.
Irak bergantung pada Iran untuk perdagangan dan gas alam yang menghasilkan sebanyak 45% dari listriknya, tetapi AS berusaha untuk mengambil Baghdad dari orbit Teheran.
Sebuah pesawat angkut C-27J milik Amerika Serikat dikabarkan terjatuh di sebelah barat provinsi al-Anbar