Pejuang Yaman Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi AS membantah dan mengklaim serangan itu dilakukan Iran.
Trump lebih yakin yang melakukan serangan itu adalah Iran, bukan Yaman
Serangan itu dilakukan bersama intelijen dan bekerja sama dengan orang-orang terhormat dan pencari kebebasan tertentu di Arab Saudi.
Dua serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas Abqaiq dan Khurais. Abqaiq adalah rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar milik negara, Saudi Aramco.
Washington tampaknya sedang ergeser dari kampanye tekanan maksimum gagal menjadi salah satu kebohongan maksimum dan penipuan terhadap Republik Islam.
Untuk memasok kembali minyak mentah 5,7 juta barel per hari bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Padahal Washington pada Minggu (15/9) kemarin menuding Iran sebagai dalang atas serangan drone yang menargetkan pabrik minyak Arab Saudi.
Pompeo menuding Iran sebagai dalang serangan terhadap pabrik minyak Saudi, yang menyebabkan pemangkasan setengah dari produksi kerajaan.
Saudi Aramco, yang memompa sekitar 9,8 juta barel per hari pada Agustus, akan dapat menjaga pelanggan dipasok selama beberapa minggu dengan menggambar pada jaringan penyimpanan global.
Pemberontak Houthi Yaman telah mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas minyak yang dioperasikan oleh Saudi