Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan akan memanggil duta besar Iran atas serangan rudal balistik Teheran di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan koalisi yang dipimpin AS, karena melanggar kedaulatan Irak.
Serangan awal balas dendam Teheran terhadap Pentagon ini meningkatkan momok konflik Timur Tengah, dan gangguan pada aliran minyak mentah.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengutuk serangan rudal Iran, yang menargetkan pangkalan militer koalisi pimpinan Amerika Serikat
Saham Eropa jatuh pada Rabu (8/1), dan ekuitas berjangka Amerikat Serikat (AS) melemah di Wall Street, pasca serangan Iran terhadap pangkalan AS di Irak.
Puluhan rudal permukaan ke permukaan ditembakkan di pangkalan udara strategis AS. Serangan itu kemudian dikonfirmasi oleh para pejabat Washington.
Hal ini dilakukan pasca terbunuhnya komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dalam serangan udara Amerika Serikat (AS).
Bahr Aluloom mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan udara dan pembunuhan yang dilakukan oleh AS, yang kini membuat tensi di Teluk semakin memanas.
Keputusan itu menyusul pembunuhan komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di ibukota Irak, Baghdad pada Jumat pekan lalu.
Putri sang jenderal, Zainab, dalam kerumunan peziarah mengecam Washington dan mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap tentara AS yang ada di Timur Tengah.
Dia menepis spekulasi mengenai serangan balasan Iran, dan menggambarkan ancaman yang ditimbulkan oleh Soleimani dalam jangka panjang akan berdampak luas.