Serangan ini mengikuti lebih dari dua lusin serangan serupa terhadap kepentingan As di Irak sejak Oktober.
Menurut gambar satelit yang ditangkap oleh ImageSat internasional (ISI) pada 12 Mei, tampak ada pekerjaan konstruksi di pangkalan yang terletak 5 km sebelah barat perbatasan Irak.
Sembilan puluh persen dari ekonomi Irak bergantung pada penjualan minyak, menurut para ahli.
Sumber di Perusahaan Minyak Basra mengkonfirmasi bahwa mereka telah memulai rencana pengurangan pada 1 Mei di ladang minyaknya.
Sumber keamanan Irak mengatakan sekelompok pasukan AS telah ditarik dari pangkalan udara al-Taqaddum di al-Anbar, dan pindah ke pangkalan udara Ain al-Assad di provinsi Irak barat.
Rencana tersebut mungkin terkena gangguan perjalanan global yang disebabkan oleh wabah koronavirus.
Irak juga memutuskan untuk memperpanjang larangan semua penerbangan masuk dan keluar dari bandara negara itu sampai 28 Maret
Serangan balasan itu dimaksudkan untuk mencegah milisi dari melakukan serangan roket lagi.
Amerika Serikat melakukan serangan udara pada fasilitas di Irak sebagai pembalasan atas serangan yang menewaskan dua anggota layanan AS
Sebuah pangkalan militer Irak, yang menampung pasukan AS, dikabarkan menjadi sasaran roket pada Rabu (11/03) waktu setempat.