Sayangnya, sesal Rizal Ramli, elit politik dan penguasa sekarang ini seolah sudah lupa dengan perjuangan para pejuang-pejuang terdahulu yang rela mempertaruhkan nyawa demi tanah air. Karena, menurut Rizal Ramli, faktanya banyak kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
Selama ini Indonesia mengimpor 30 persen pasokan gandum dari Rusia. Sementara 25 persen lainnya diimpor dari Ukraina. Dengan adanya konflik ini, maka pasokan bahan makanan yang berbahan dasar gandum terancam meroket alias naik tinggi.
Namun Airlangga masih terlihat ragu. Ia hanya menjawab akan segera menyampaikan aspirasi tersebut. Langkah itu berbanding terbalik dengan Ketua Umum PKB, yang terang-terangan mengusulkan Pemilu dan Pilpres ditunda.
Fraksi PKS minta Pemerintah cepat mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk tersebut dan tidak mengambil solusi gampangnya saja dengan mengorbankan rakyat melalui cara menaikkan harga BBM, gas LPG, dan listrik domestik.
Khususnya bagi masyarakat yang memiliki komorbid. Karena memang dokter-dokter dan tenaga kesehatan akan mengikuti setiap hari terkait kondisi kesehatan. Dan ini akan kurangi risiko fatalitas yang terjadi.
Politikus Golkar ini menyayangkan terjadinya konflik antara Rusia-Ukraina. Dia berharap konflik tersebut tidak menimbulkan banyak korban.
Saya sebagai umat muslim dan berasal dari negeri melayu. Saya mengecam keras bahasa dan perumpamaan yang digunakan oleh Menag Yaqut yang membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.
Bukan tanpa alasan, menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan agar publik tahu berapa banyak kapasitas produksi minyak nasional dan digunakan untuk keperluan apa saja.
Dia menyarankan agar TCN yang digunakan untuk tes TBC dapat menjadi alternatif lain dalam melakukan tes Covid-19, dengan hanya mengganti cartridge yang dimiliki.
Menurut dia, penyelesaian persoalan stunting ini tidak hanya hal yang berkaitan dengan ekonomi dan pendidikan, namun ada peran budaya daerah di dalam implementasi pencegahan stunting.