Saya sebagai Wakil Rakyat itu menyuarakan aspirasi kami, bahwa meminta tolong masalah tarif ini dinegosiasikan melalui Kemendag, apalagi di sini kan ada Dirjen Perundingan Internasional juga, jadi saya minta tolong aspirasi dari rakyat kami yang sebagian besar hampir bangkrut.
Hal itu diselisik lewat tiga saksi pada Selasa, 19 November 2024.
Hal itu menanggapi pernyataan anggota DPR RI Fraksi Golkar, Agun Gunandjar
Ini kan isu yang harus diluruskan. Pengembang PIK itu sudah berpengalaman, saya rasa dari mulai PIK dikembangkan menjadi satu daerah yang sampai saat ini kita bisa rasakan dan lihat, kalau ganti ruginya tidak sesuai pastinya bisa enggak jadi itu proyek, nyatanya sampai saat ini semua berjalan baik.
Prof. Surjono kembali berkuliah S1 sebagai bentuk dukungan kepada keponakannya, yang saat itu juga terdaftar sebagai mahasiswa UT Bogor.
Saya akan berkonsentrasi pada case building. Kalau ada OTT, itu bonus. Saya tidak akan pernah merencanakan OTT.
Kalau orang bilang kenapa negara kita punya tiga institusi? Sebenarnya itu harus memperkuat. Jadi saya kira tidak merupakan hambatan apapun, Kortas Tipikor, maupun kejaksaan.
PPN ini kan masih wacana, masih usulan, tentunya kan itu masih dibahas dan pasti menunggu Pak Presiden kembali. Jadi kita tunggu saja Pak Presiden kembali.
Tapi seandainya saya bisa jadi (Pimpinan KPK), mohon izin, jadi ketua, saya akan tutup, close, karena itu tidak sesuai dengan pengertian yang dimaksud dalam KUHAP.
Saya ndak usah sebut namanya. OTT itu kampungan, OTT kampungan. Kalau tidak salah pernah saya membaca mendengar itu. Apakah OTT untuk ke depan ini masih relevan untuk Pak Johanis Tanak atau seperti apa?