Gem Group awalnya didirikan di London, namun kemudian memperluas jaringan sampai ke Dubai.
Dengan demikian, kemenangan 51,4 persen suara milik Recep Tayyip Erdogan akan membawa perubahan sistem demokrasi di negara tersebut hingga 2029 mendatang.
Erdogan sudah menyatakan akan memberlakukan Undang-undang (UU) hukuman mati.
Kemenangan ini juga disebut-sebut sebagai perubahan besar sejak Turki berdiri pada 1923 silam.
Jumlah suara yang mendukung kelanjutan Erdogan yang masih berproses sebanyak 51,32 persen dan yang menolak sebanyak 48,68 persen
Suara pendukung perubahan konstitusi Turki menang tipis 51,7 persen dari sekitar 95 persen suara yang sudah masuk, lapor kantor berita Anadolu.
Pada kampanyenya, Erdogan mengatakan, perubahan itu penting dilakukan demi mengatasi tantangan keamanan yang dihadapi Turki dan menghindari koalisi pemerintahan yang rapuh
Hanya selang beberapa jam, pro-kontra atas serangan AS mulai bermunculan. Tercatat Turki, Prancis, Inggris, dan Australia dengan terang-terangan mendukung upaya Trump.
Menurutnya larangan yang diberlakukan sejak 1980-an itu hanya sisa-sisa paham liberalis dari masa lalu.
IS membantah pernyataan Washington dan menyatakan serangan yang dilancarkan menewaskan 18 warga sipil.