Transparansi terhadap penanganan ini tidak muncul ke publik. Diapakan kebocorannya? Bagaimana penanganannya? Bagaimana kita mitigasi terhadap data-data yang bocor?
Kita saat ini sedang menerima masukan-masukan dari universitas-universitas dan lembaga penyiaran. Kita melakukan penyerapan aspirasi dengan mengundang pihak-pihak yang kompeten terkait hal ini. Mudah-mudahan rampung di masa sidang depan, sebelum Pemilu sudah selesailah.
Harus ada waktu bagi kita semua untuk bersatu dan memulai konsolidasi besar-besaran secara nasional. Kita tidak perlu lagi memberikan atau melayani gagasan-gagasan untuk saling melemahkan dan bertengkar tentang soal-soal yang tidak ada dasarnya dan tidak ada ujung pangkalnya.
Kebijakan energi kita secara umum juga tidak menjadikan sumber energi ini sebagai komoditas ekspor untuk menambah devisa, namun lebih diarahkan sebagai penunjang dalam menggerakkan roda pembangunan nasional. Namun prakteknya, dari tahun ke tahun, volume ekspor gas alam kita masih tinggi.
Misalnya seperti IPU dan G20 kemarin ini yang sudah tak terasa kurang dari 2 minggu lagi kita akan hosting (AIPA). Kalau persiapan mungkin sudah 80 persen ya sampai saat ini dan kesiapan-kesiapan kita progress-progress yang sudah kita laksanakan, tadi kita ke share ke embassy juga.
Ya mudah-mudahan beliau bisa hadir lah. Tadi saya sampaikan, semua elite bangsa kita akan diundang, masalah kehadiran beliau-beliau tergantung yang konfirmasinya.
Ada banyak poin yang bisa kita elaborasi termasuk tadi bagaimana memandang Desa itu tidak seragam, bagaimana Dana Desa tidak cuma buat infrastruktur fisik, tapi juga buat infrastruktur akal dan nurani, SDM termasuk di antaranya menjaga agar tidak hanya membangun desa tapi desa yang membangun.
Yang paling utama adalah Ketua Umum Parpol apalagi ya kalau tuan rumah pasti kita nanti pas Gibran semua kan hadir dalam acara Harlah PKB 25 ini.
Kita semua berharap, dengan keluarnya putusan tersebut, mulai hari ini dan seterusnya tidak terjadi lagi multitafsir dari para hakim dan masyarakat terkait perkawinan beda agama.
Indro Gutomo: Kita Akan Jadikan Perpustakaan MPR Sebagai Sumber Referensi Ketatanegaraan