Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus memburu keberadaan salah satu tersangka penerimaan gratifikasi terkait pembangunan proyek Dermaga Sabang tahun 2006-2011, Izil Azhar.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memastikan bakal bertindak adil dalam mengusut tuntas kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.
Proyek yang paling penting telah diluncurkan untuk Kementerian Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral. Proyek-proyek ini bernilai 4,94 miliar riyal Saudi atau sekira USD1,3 miliar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menjebloskan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Kabupaten Pakpak Bharat.
Mesir khawatir proyek tersebut akan membatasi air yang mengalir dari dataran tinggi Ethiopia, melalui padang pasir Sudan, ke ladang dan waduknya.
Didanai bersama oleh Perancis, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, nilai proyek tersebut 22,9 miliar dirham (USD2,4 miliar)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti dugaan proyek pembangunan Meikarta yang merupakan bisnis Lippo Group itu sudah bermasalah sejak awal.
CEO Lippo Group James Riady membantah terlibat dan membahas perizinan proyek Meikarta dengan Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Namun, KPK tidak begitu saja percaya.
KPK mengaku telah mengantongi bukti komunikasi sejumlah pihak yang diduga bos Lippo Group dengan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin terkait kasus suap perizinan proyek Meikarta.
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin bakal mengungkap dugaan keterlibatan Lippo Group selaku korporasi dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.