Asal-usul nama "Aceh" ternyata menyimpan banyak versi, mulai dari catatan sejarah asing hingga mitos yang diwariskan secara lisan oleh masyarakat setempat.
Julukan Tanah Rencong untuk Aceh bukan sembarangan. Ia lahir dari identitas masyarakat Aceh yang tak bisa dilepaskan dari sebilah senjata khas bernama rencong
Yang pertama Mendagri akan segera memimpin rapat dengan tim rupa bumi yang bekerja tahun 2008-2009 di mana tim rupa bumi ini terdiri dari 10 Kementerian/Lembaga yang Kemendagri merupakan lead atau pemimpinnya.
Rangkaian upacara pernikahan adat Aceh, tidak hanya menandai penyatuan dua insan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar dalam ikatan sosial yang kuat dan harmonis.
Selain Laksamana Malahayati, Aceh juga melahirkan sederet pahlawan perempuan tangguh lainnya yang mengambil peran besar dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang
Janganlah buat persoalan baru di Aceh. Karena akan terjadi konflik kalau SK tersebut tidak segera dicabut. Janganlah Aceh diganggu-ganggu lagi. Aceh sudah banyak berkontribusi untuk Indonesia.
Masyarakat menyebutnya Pulau Panjang karena terdapat sebuah makam tua yang panjangnya mencapai sembilan meter.
Ada satu kisah heroik yang sering luput dari sorotan: kisah pasukan perempuan tangguh bernama Inong Balee, di bawah komando Laksamana Keumalahayati
Sejarah Aceh juga ditulis oleh tangan perempuan, salah satunya sosok tangguh bernama Keumalahayati atau Malahayati.