Dalam sebuah pernyataan dikatakan bahwa pihaknya "saat ini menyerang" Pasukan Quds Pengawal Revolusi Iran di Suriah, dan memperingatkan militer Suriah agar tidak "berusaha merusak wilayah atau pasukan Israel".
Komandan pasukan elit Iran, Pasukan Quds, mengeluarkan ancaman di tengah perang kata-kata dengan Trump.
Saluran Al-Quds disiarkan dari Lebanon, dan memiliki seorang koresponden yang berbasis di Yerusalem.
Pengunjuk rasa itu membawa bendera Palestina dan plakat bertuliskan ‘Al Quds (Yerusalem) ibu kota abadi Palestina’.
Pertemuan darurat OKI bertujuan untuk membahas "relokasi illegal kedutaan AS ke al-Quds" dan "pembunuhan brutal terhadap rakyat Palestina oleh rezim Zionis".
Arab Saudi, yang mengambil alih kursi putar KTT Arab dari Yordania, mengumumkan pertemuan saat ini akan diberi nama "KTT Quds".
Rouhani mengatakan al-Quds (Yerusalem) adalah wilayah semua Muslim dan akan menjadi ibu kota Palestina.
Jenderal Qassem Soleimani deklarasikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina untuk melawan keputusan Donald Trump yang mengakui al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Israel.
Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami menyebut pengakuan Donald Trump terhadap al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Israel sebagai langkah bermusuhan.
Panglima Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari menggambarkan kebijakan Washington mengakui al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel sebagai kesalahan bersejarah