Negara dinilai sudah hadir mengatasi berbagai aksi terorisme di tanah air. Aksi teror beruntun di Markas Mako Brimob, Depok dan pemboman tiga gereja di Surabaya, sudah diatasi dengan baik oleh aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Densus 88, Gegana, BNPT, dan BIN.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha menegaskan, bahwa segala bentuk aksi terorisme yang terjadi di Indonesia harus diberantas karena akan mengganggu stabilitas keamanan nasional. Karena itu, payung hukum atas tindakan terorisme harus diperkuat.
Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di tiga lokasi di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018).
belasungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap korban aksi teroris yang terjadi, Baik korban kerusuhan di Lapas Mako Brimob, maupun Korban dari aksi bunuh diri yang terjadi di Surabaya.
Menurut Kapolri, fenomena bom bunuh diri ini bukan hal yang baru, dan bom bunuh diri yang melibatkan wanita juga bukan hal yang pertama, namun aksi kali ini yang berhasil.
Menyikapi serangkaian aksi terorisme belakangan ini yang sudah sangat meresahkan dan mengancam keamanan warga negara, LBH Ansor mendukung penuh Polri untuk mengambil langkah-langkah taktis dan strategis untuk mengatasinya.
Aksi teror yang bertujuan untuk memberikan rasa takut kepada warga yang sedang melaksanakan ibadah di Gereja harus segera dihentikan.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk aksi teror menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriah.
Aksi penguasaan yang dilakukan oleh napi teroris tersebut berada di tempat vital negara yang menurut undang-undang negara tidak diperbolehkan membuat kerusuhan
Rencana Aksi Komprehensif Gabungan yang ditandatangani pada tahun 2015 dengan kekuatan dunia.