Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bahwa ia telah memulai kembali perundingan dengan gerilyawan Taliban
Beberapa tugas rumah yang menunggu Grossi, di antaranya polemik kesepakatan nuklir Iran 2015, yang nasibnya masih diragukan setelah penarikan AS secara sepihak dari perjanjian multilateral dan kegagalan Eropa untuk memenuhi akhir dari perundingan.
Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde pada hari Sabtu mengkonfirmasi para perunding dari AS dan Korea Utara bertemu di negara itu untuk membahas solusi damai tersebut.
Donald Trump mengatakan, menerima tawaran perundingan dari Korut. Namun masih harus menunggu perkembangan situasi selanjutnya.
Maskapai itu mengatakan masih bersedia untuk kembali ke perundingan dengan British Airline Pilots Association (BALPA).
Iran menolak kemungkinan perundingan antara Teheran dan Washington, mengatakan bahwa pembicaraan hanya akan dilanjutkan jika AS mencabut sanksi
Perundingan kedua negara dilalukan secara rahasia di tempat-tempat rahasia dengan orang-orang rahasia yang tidak ada orang yang tahu.
AS nampaknya belum mengubah strateginya dalam perundingan nuklir dengan Korea Utara (Korut), yang sebelumnya kerap menemui kegagalan.
Proses denuklirisasi pun mandek sejak perundingan Washington-Pyongyang Februari lalu tak mencapai kesepakatan apapun.
Rouhani mengatakan, Iran memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dan tidak takut dengan meja perundingan.